Sabtu, 22 Oktober 2011

Jika Pria "Datang Bulan"


Pada suatu hari, seperti biasa saya sedang jaga praktek bersama drh. Tika. Seperti biasa pula kami berbincang [bergosip.red] seperti layaknya wanita pada umumnya. Seperti wanita pada umumnya pula, topik perbincangan kami kadang-kadang menyangkut masalah kewanitaan, dan kebetulan pagi tersebut adalah tentang datang bulan. Kebetulan pagi itu mbak Tika mengeluhkan beberapa gejala dysmenorrhea seperti kram perut dan pegal-pegal akibat datang bulan. Saya yang kebetulan beberapa hari sebelumnya mengeluhkan gejala yang sama kemudian menyarankan beliau untuk meminum obat Feminax yang saya beli beberapa hari yang lalu. Awalnya mbak Tika menolak untuk meminum obat tersebut, namun setelah saya yakinkan bahwa saya juga meminum obat itu secara perdana beberapa hari yang lalu [sebelumnya saya belum pernah sama sekali minum obat tersebut] dan setelah membaca bahwa obat tersebut sebenarnya hanya berisi Paracetamol dan ekstrak herbal saja, akhirnya dia meminum juga Feminax tersebut.


Pada saat kami berbincang-bincang tersebut, tanpa sengaja saya berkata kepada mbak Tika, "Eh gimana ya kalo misalnya cowok menstruasi?? Misalnya Mas Koy mens gitu gimana ya??". Mas Tukoy adalah salah satu paramedis kami, selain Fajar dan Eko. Mas Koy merupakan pria gagah berbadan tinggi besar, 175 cm, 74 kg, dan sangat lihai bergelut dengan anjing-anjing besar dan galak seperti Rottweiler, Pitbull, dan Herder. Nah menurut pemikiran mbak tika dan saya, adegan yang akan terjadi bila mas Koy mens adalah sebagai berikut.

Minggu, 16 Oktober 2011

How to???

Ada 2 hal yang saya pelajari akhir-akhir ini. Keduanya serupa namun tak sama, karena yang satu berasal dari salah satu American dream, sedangkan yang satunya merupakan karya anak bangsa. Mau tau 2 hal itu apa?? =D


How to walk like zombie
Anda kenal tokoh seperti ini??


Yak, tokoh zombie sudah banyak ditampilkan di berbagai film. Dan akhir-akhir ini di Fox, Starmovies dkk sering diputar iklan serial terbaru WALKING DEAD. Pelajaran yang bisa saya ambil dari iklan tersebut adalah pelajaran cara berjalan seperti zombie. Bagaimana caranya??

Rabu, 12 Oktober 2011

Bahasa Mawut ala Saya

Lama banget ga nulis bookkk,,,I miss u my blog.. =D
Diiringi lagu yang baru ngehits di playlist saya sebulan ini, Breakeven by The Script, saya menulis postingan ini. Maklum dalam sebulan ini saya baru banyak-banyak menyetel lagu-lagu dari The Script demi menonton perform live mereka besok November. =D


Well, jadi begini pemirsa.. Akhir-akhir ini [grammar] bahasa saya semakin mawut dari hari ke hari. 4 tahun di Jakarta memang semakin membuat saya fasih berbahasa Indonesia, karena dengan 8 jam/hari praktek di klinik, otomatis minimal 8 jam/hari lah saya menggunakan bahasa Indonesia. Nah selesai saya bekerja, kalo saya pulang ke kost tercinta, otomatis saya kembali menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman-teman saya di kost. Lalu saya setiap hari menelpon keluarga saya secara bergiliran, yaitu orang tua saya, kakak perempuan saya, dan kakak laki-laki saya, yang otomatis percakapan tersebut menggunakan bahasa Jawa. Sedangkan sebelum tidur, saya pasti menonton serial televisi atau donlotan pilem-pilem serial asal Amrik yang tentu saja menggunakan bahasa Inggris, yang tentu saja tanpa sengaja sedikit banyak saya terpengaruh juga dengan kosakata mereka. 

Kamis, 22 September 2011

Heroisme ala Daniel Yoga Perdana

Daniel Yoga Perdana [link source]


Yogyakarta, 1997


Di suatu sore, saya celingak-celinguk di depan stadion sepakbola di dekat Samsat seusai menonton pertandingan SMP kami melawan SMP lain di Jogja. Saya bingung mau naik bis apa untuk menuju ke SMP 5, karena kebetulan sore tersebut saya ada les di sekolah. Tiba-tiba dari dalam stadion muncul lah Yogex dengan sepeda motornya lewat di depan hidung saya, dan langsung dengan semangat '45 saya lagsung berteriak-teriak memanggilnya, dan membujuknya untuk mengantarkan saya kembali ke sekolah. Untunglah si Yogex dengan semangat heroisme tinggi bersedia mengantarkan saya ke sekolah, sehingga saya dapat mengikuti les sore tersebut.


**********


Yogyakarta, 1998


Di sebuah malam pelantikan anggota KPK Padmanaba, kami siswa-siswi baru saling dipasangkan berdua-dua dan ditutup matanya. Pada saat ditutup mata, saya kemudian dituntun oleh senior, kemudian digandengkan dengan sebuah tangan tanpa saya tahu itu tangan siapa, dan kami diwajibkan saling menjaga agar tidak ada yang terjatuh saat diputar-putarkan entah kemana. Tangan yang saya gandeng tersebut kebetulan lebih besar dari tangan saya, namun tangan tersebut cukup halus. Baru setelah mata kami dibuka dari penutup, saya bisa melihat siapa pemilik tangan yang saya gandeng tersebut, dan ternyata tangan itu adalah milik Yogek. Setelah usai acara pelantikan, Yogek kemudian berkata kepada saya bahwa tangannya tersebut kebetulan sebelum acara dimulai dia pakai untuk cebok dan dia belum mencuci tangannya setelah cebok. Seketika itu juga saya langsung mengumpat beberapa kata umpatan kepadanya dan bergegas menuju kamar mandi dan mencuci tangan saya berulang-ulang sampai entah berapa kali. (--")

Selasa, 13 September 2011

September to Remember


Hari ini adalah tanggal 13 September 2011. Banyak peristiwa besar yang terjadi di bulan September, baik di tahun ini maupun tehun-tahun yang sudah berlalu. Yeah, as usual, selalu ada "seseorang" yang berulang tahun di bulan September ini. Lalu di hari ini, tepat 7 tahun yang lalu, my beloved mom passed away, n I am sure that she is doing just fine out there. Selain itu, 10 tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa besar di belahan bumi yang lain, dimana peristiwa ini sangat berpengaruh bagi mereka bahkan kita semua yang berada di belahan bumi yang lain, yaitu peristiwa 11 September 2001.




11 September 2001, saya resmi menjadi mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada. Saya sedang berada di Balairung UGM bersama pacar saya [pada saat itu] menikmati pertunjukan yang ditampilkan oleh Cak Nun bersama Kyai Kandjeng-nya di acara penutupan Ospek universitas [saya lupa apa namanya]. Pulang dari acara Ospek tersebut, ternyata sudah ditampilkan di televisi, rekaman adegan pesawat menabrak gedung kembar WTC, yang diputar berulang-ulang dan berulang-ulang kali. Sebuah peristiwa yang sangat merubah wajah dunia. Cap "TERORIS" dibubuhkan untuk sekelompok orang, dan pengkotak-kotakan karena identitas menjadi semakin diperjelas. Sebuah kisah yang entah itu skenario atau memang patogenesis peristiwa ini pun digaungkan sepanjang waktu. Jurang pemisah antara baik-buruk dan hitam-putih semakin dalam. Sesuatu yang dulu dianggap sebagai keanekaragaman atau diversity, menjadi semakin diperuncing dalam sisi perbedaannya. Sesuatu yang tidak patut untuk dipertanyakan ataupun diurusi kebenarannya menjadi sebuah polemik, yang semuanya berujung kepada nilai semu seseorang hanya didasarkan kepada identitas dan bendera yang menaungi dia.

Sabtu, 10 September 2011

Kaki Yang Istimewa

Dulu jika ada orang yang bertanya : "Bagian tubuh mana darimu yang tidak kamu sukai dan ingin kamu ubah??", saya pasti akan menjawab : "KAKI!!"

Semua wanita pasti mendambakan kaki panjang langsing dan mulus seperti Aura Kasih, atau mbak-mbak yang ada di Fashion TV. Kebetulan saya terlahir dengan sepasang kaki yang gemuk dan tidak terlalu panjang, yang oleh teman-teman saya sering dikatakan seperti "telo taun" ataupun "tales bogor". Pernah juga saya digoda teman saya dengan pertanyaan, "Becake ditilar teng pundi mbak??" [Becaknya ditinggal dimana mbak??], dengan kata lain mereka menyamakan kaki saya dengan kaki abang becak.. (--")

Sejak lahir, kaki saya sudah besar dan hal tersebut diperparah dengan kebiasaan dan hobi saya berjalan kaki kemana saja saya pergi. Sejak kecil saya sudah dibiasakan papah saya untuk menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki. Pada saat saya kelas 4 SD, papah saya menjemput saya les bahasa inggris di kotabaru, dan kami berdua pulang ke rumah kami di selatan Plengkung Gading dengan berjalan kaki. Perjalanan Kotabaru-Plengkung Gading yang kira-kira mencapai 5 km, lumayan juga buat anak SD seperti saya dulu. Dan akibat terlalu seringnya latihan-latihan berjalan kaki tersebut dijalankan dan dengan rute berbeda-beda, maka di saat saya beranjak dewasa, semakin membesarlah kaki saya tersebut.

Minggu, 04 September 2011

AC Milan Glories : A Legend That is Legendary

Totally Legendary!! Itulah judul pertunjukan menarik yang disuguhkan oleh AC Milan Glories di Gelora Bung Karno malam ini.


Well, eribodi know kalo tim favorit saya sepanjang masa adalah AC Milan. Dan pertandingan inilah yang memberikan saya harapan dan mampu membooster mood saya sepanjang gentayangan di Jakarta selama libur lebaran ini. Saya membeli tiket untuk pertandingan ini sudah sejak bulan lalu, dan saya memiliki harapan yang besar untuk pertandingan ini, secara yang main adalah idola-idola saya semasa abege.

Sore yang sangat cerah ini dimulai dengan perubahan rencana akibat salah satu partner menonton saya, mas Bondhan ternyata tidak bisa hadir, akibat masih terjebak macicha muchtar [macet.red] di jalur selatan pulau Jawa. Sehubungan hal itu, saya langsung mengsms adik saya, Ganesh untuk menggantikan kedudukan beliau, karena eman-eman kalo tiketnya ga kepake. Namun sayang sekali sms saya tidak dibalas-balas, dan telpun saya tidak diangkat olehnya. Untunglah saya kemudian menelpun mami saya di Jogja, yang kemudian berkat beliau lah adik saya yang ternyata baru tidur itu bisa terbangun, akibat diteror telpun dari mami saya. =D
Dan akhirnya si Ganesh setuju untuk segera menyusul ke TKP demi menonton AC Milan.