Sebenarnya saya sedang malas menulis. Mood entah melayang kemana, dan yang ada tinggal keinginan untuk memilih playlist pengantar tidur malam ini sambil menonton serial Merlin season 3. Tapiiii, kalo ga saya tulis postingan ini, saya takut saya bakal melupakan moment yang terjadi kemarin malam. Secara hampir semua moment yang menarik bagi saya, telah saya abadikan di blog ini. Baiklah jikalau demikian sodarah-sodarah, let me take a deep breath dan mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan postingan ini walaupun cuma postingan singkat saja, yang penting biar saya ga kelupaan aja otreh... Whhuuuuussaaaahhhhh....
Seperti yang sudah kita ketahui, semalam hampir seluruh warga Indonesia Raya tercinta ini menjadi mendadak ngefans terhadap David Beckham. Dari ibu-ibu, abege-abege, bahkan sampe si Syahrini jambul khatulistiwa pun menjadi mendadak gandrung dengan seorang pria ganteng yang bernama David Beckham ini. Apakah saya termasuk fans [entah sejati maupun mendadak] dari mas David ini?? Absolutely NO!! Dan apakah saya menonton pertandingan kemaren?? Absolutely IYES!!
Kamis, 01 Desember 2011
Sabtu, 26 November 2011
Headline Koran Lampu Merah di Film "Breaking Dawn"
Seandainya di kota dimana Edward Cullen dan Bella Swan ada koran LAMPU MERAH, maka berita ini yang kemungkinan menjadi headline di koran tersebut:
AKIBAT DI-HO'OH VAMPIRE,
ABEGE HAMPIR TEWAS SAAT MELAHIRKAN BAYI AJAIB
Kisah berawal dari pertemuan Mawar dengan EC, 17, di sekolah 3 tahun yang lalu. Berawal dari flirting-flirting cinta monyet, lalu jalan-jalan di hutan yang gelap, sampai akhirnya Mawar yang bahenol itu bisa digebet EC.
Takkan Lari Jodoh dan Kucing Dikejar
Masih ingatkah dengan Omeng?? Itu loh, kucing kampina yang saya pelihara di kost, dan lalu beberapa minggu yang lalu kabur dari klinik [baca disini]. Mari kita flashback sedikit ke belakang. Setelah berhari-hari saya keliling kampung demi mencarinya, tanpa diduga-duga hari Rabu yang lalu dia muncul di depan klinik pada saat saya sedang melakukan operasi [baca disini]. Di tengah-tengah operasi yang cukup berat itu, Eko paramedis saya berteriak, teriak memanggil saya, "Mbaaakk,, mbaaakk,, Si Omeng mbaaakk!! Itu si Omeng di depan!!"
Secara spontan saya meninggalkan meja operasi, dan bergegas berlari menuju teras klinik untuk melihat apakah benar si Omeng ada di depan klinik, dan ternyata benar sodara-sodara, Omeng yang sudah berhari-hari saya cari ternyata sedang berdiri di depan saya dan memandang saya dengan curiga bin ketakutan. Omeng pada saat itu tampak kucel, kotor, dan lebih kurus. Maklum sudah berhari-hari dia menjadi kucing garong kembali.
Secara spontan saya meninggalkan meja operasi, dan bergegas berlari menuju teras klinik untuk melihat apakah benar si Omeng ada di depan klinik, dan ternyata benar sodara-sodara, Omeng yang sudah berhari-hari saya cari ternyata sedang berdiri di depan saya dan memandang saya dengan curiga bin ketakutan. Omeng pada saat itu tampak kucel, kotor, dan lebih kurus. Maklum sudah berhari-hari dia menjadi kucing garong kembali.
Labels:
animal,
peristiwa aktual,
pets
Kamis, 24 November 2011
How To Be A Veterinary Surgeon For Dummies [part 2]
Masih kelanjutan di hari senin itu, malam harinya drh. Rifka mendapat pasien seekor kucing kampina hasil rescue yayasan penyayang kucing yang patah [fraktur.red] bonggol tulang paha kanannya. Malam itu juga kucing tersebut dix'ray dan distabilkan kondisinya karena kucing tersebut tidak mau makan. The next day, akhirnya dijadwalkan dan diputuskan bersama dengan "pemilik" kucing tersebut agar hari Rabu dilakukan operasi untuk menangani fraktur tersebut.
Fraktur pada caput femoris [sebelum operasi].
Lingkaran kuning : Bonggol [caput] yang patah dan fragmen tulang femur [paha].
Secara teori dengan gambar x'ray demikian, saya nantinya tinggal mengambil bagian kecil yang patah itu, kemudian menghaluskan bagian fragmen yang tersisa dan menutup otot dan kulit pembungkusnya kembali. Teknik yang cukup mirip dengan yang saya lakukan kemarin Senin kepada anjing Prada. Bedanya untuk kasus kucing ini, saya tidak membutuhkan pahat dan pukul besi, karena bagian yang hendak dihilangkan sudah patah, jadi saya tinggal mengambilnya saja. Selain itu, dengan postur tubuh kucing 2,5 kg yang jelas jauh berbeda dengan postur anjing Husky 16 kg, kemungkinan besar saya tidak perlu mengerahkan banyak tenaga untuk menarik-narik dan memukul-mukul pahat. Yeah, itu teorinya!! Namun apa yang terjadi di dunia nyata??
How To Be A Veterinary Surgeon For Dummies [part 1]
Hari Sabtu lalu, Prada, seekor anjing Siberian Husky langganan lama kami datang ke klinik dengan kaki pincang. Setelah kami lakukan x'ray, ternyata tampak bahwa persendian panggulnya lepas dan penanganan satu-satunya adalah dengan jalan operasi Caput femoris ostectomy [pemotongan kepala tulang paha]. Karena saat itu jam praktek saya hampir habis, maka saya jadwalkan untuk mengoperasi Prada hari Senin siang.
Dislokasi caput femoris.
Lingkaran kuning : Tampak caput [bonggol] tulang paha keluar dari mangkok acetabulum.
Hari senin pagi, Prada datang diantar pemiliknya untuk dioperasi siang harinya. Sebelum operasi, saya dan mas Koy melakukan pencukuran di bagian yang akan dioperasi. Setelah mas Koy mencukur dengan menggunakan clipper, saya kemudian melanjutkan menghaluskan cukuran dengan menggunakan silet. Gandheng saya memang kagak ahli menggunakan silet, alhasil kaki si Prada menjadi mbeset-mbeset bagaikan abis dicukur oleh Gerwani PKI sambil bernyanyi Gendjer-gendjer. (--")
Selasa, 22 November 2011
A Story of A Girl
CAUTION : Parental advisory for readers under 18!! [banyak kata-kata disensor]
Sebenarnya ini adalah postingan penuh emosi. Saya membuat postingan ini fresh from the oven, dalam artian fresh saat saya panas dan gemes setelah menonton pertandingan Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 semalam. Yah, seperti yang semua orang tahu, pertandingan ini berakhir dengan drama adu pinalti untuk kemenangan Malaysia. Yah, biarpun Tim Garuda Muda tampil superb dan berhasil membuat penonton bersemangat tadi malam, tapi namanya kalah ya teteppppp....hhhh... *kunyah-kunyah hape* Ah sudahlah saya tidak akan membahas penampilan ato Malingsyah, namun saya pengen bernostalgia masa-masa indah saya menonton pertandingan sepakbola.
Sekitar 21 tahun yang lalu, di saat sepakbola di televisi selalu dibubuhi jargon "Siaran ini terselenggara berkat kerjasama dengan Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah dan iuran anda", ada seorang anak perempuan terbangun dari tidurnyadan tanpa sengaja melihat ayahnya sedang begadang menonton pertandingan final Piala Dunia.
Anak : Pah.. Papah nonton opo pah?? [Pah.. Papah nonton apa??]
Ayah : Iki nonton final Piala Dunia dik, iki loh Jerman maine apik banget.. [Ini nonton final Piala Dunia dik, ini loh Jerman mainna bagus banget..]
Ayah : Kuwi sopo pah?? [Itu siapa Pah?] *menunjuk seorang pemain di televisi*
Anak : Oooo.. Kuwi jenenge Lothar Mathaeus, pemain apik kuwi. Kapten-e Jerman Barat.. [Oooo,, ity namanya Lothar Mathaeus. Pemain bagus itu. Kaptennya Jerman Barat.]
Ayah : Ooohhh.. *mangut-mangut* *duduk di samping ayahnya menonton
Sebenarnya ini adalah postingan penuh emosi. Saya membuat postingan ini fresh from the oven, dalam artian fresh saat saya panas dan gemes setelah menonton pertandingan Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 semalam. Yah, seperti yang semua orang tahu, pertandingan ini berakhir dengan drama adu pinalti untuk kemenangan Malaysia. Yah, biarpun Tim Garuda Muda tampil superb dan berhasil membuat penonton bersemangat tadi malam, tapi namanya kalah ya teteppppp....hhhh... *kunyah-kunyah hape* Ah sudahlah saya tidak akan membahas penampilan ato Malingsyah, namun saya pengen bernostalgia masa-masa indah saya menonton pertandingan sepakbola.
**********
Sekitar 21 tahun yang lalu, di saat sepakbola di televisi selalu dibubuhi jargon "Siaran ini terselenggara berkat kerjasama dengan Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah dan iuran anda", ada seorang anak perempuan terbangun dari tidurnyadan tanpa sengaja melihat ayahnya sedang begadang menonton pertandingan final Piala Dunia.
Anak : Pah.. Papah nonton opo pah?? [Pah.. Papah nonton apa??]
Ayah : Iki nonton final Piala Dunia dik, iki loh Jerman maine apik banget.. [Ini nonton final Piala Dunia dik, ini loh Jerman mainna bagus banget..]
Ayah : Kuwi sopo pah?? [Itu siapa Pah?] *menunjuk seorang pemain di televisi*
Anak : Oooo.. Kuwi jenenge Lothar Mathaeus, pemain apik kuwi. Kapten-e Jerman Barat.. [Oooo,, ity namanya Lothar Mathaeus. Pemain bagus itu. Kaptennya Jerman Barat.]
Ayah : Ooohhh.. *mangut-mangut* *duduk di samping ayahnya menonton
Winning is Everything??
Pagi ini saya bangun bagaikan orang hangover. Kemudian setelah berkutat dengan kegiatan sebelum berangkat bekerja, saya datang di klinik tempat saya bekerja dan melihat bahwa kandang-kandang masih berserakan dan tempat-tempat makan anjing/kucing masih kotor dan si kennel boy sedang mencucinya. Melihat bentuk dan rupa si kennel boy tersebut, saya sudah menduga kalo dia juga dalam keadaaan mirip hangover dan lebih parahnya lagi, dia terlambat bangun!!
Selesai memberi makan pasien-pasien rawat inap, saya memulai pengobatan pagi bagi pasien-pasien rawat inap. Paramedis saya tampak sedang mengutuki kennel boy yang terlambat bangun tersebut, karena menyisakan beberapa tray urin dan feses yang masih kotor untuknya. Saya sendiri sebenarnya sudah memunguti beberapa feses yang ada di kandang, dan berusaha menahan mulut saya agar tidak mengomel kepada si kennel boy yang terlambat bangun. Setelah masalah tray feses usay, lagi-lagi paramedis saya nggrundel gara-gara tangannya tergigit salah satu pasien anjing yang dirawat inap di klinik. Paramedis saya lalu berkata kepada saya, "Perasaan dari tadi saya mengeluh muluk ya mbak. Pagi-pagi udah begini."
"Yeah, ga heran lah Mas, aku juga bete, males banget bangun tadi pagi. Rasanya males buat ngapa-ngapain.", jawab saya sambil mengisi spuit suntikan dengan obat injeksi.
"Sialan Malaysia.", kata paramedis saya spontan.
"Iya, kurang ajar. Bikin kita bete pagi-pagi nih.", sahut saya.
Labels:
peristiwa aktual,
personal,
sepakbola
Langganan:
Postingan (Atom)








