Sabtu, 10 September 2011

Kaki Yang Istimewa

Dulu jika ada orang yang bertanya : "Bagian tubuh mana darimu yang tidak kamu sukai dan ingin kamu ubah??", saya pasti akan menjawab : "KAKI!!"

Semua wanita pasti mendambakan kaki panjang langsing dan mulus seperti Aura Kasih, atau mbak-mbak yang ada di Fashion TV. Kebetulan saya terlahir dengan sepasang kaki yang gemuk dan tidak terlalu panjang, yang oleh teman-teman saya sering dikatakan seperti "telo taun" ataupun "tales bogor". Pernah juga saya digoda teman saya dengan pertanyaan, "Becake ditilar teng pundi mbak??" [Becaknya ditinggal dimana mbak??], dengan kata lain mereka menyamakan kaki saya dengan kaki abang becak.. (--")

Sejak lahir, kaki saya sudah besar dan hal tersebut diperparah dengan kebiasaan dan hobi saya berjalan kaki kemana saja saya pergi. Sejak kecil saya sudah dibiasakan papah saya untuk menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki. Pada saat saya kelas 4 SD, papah saya menjemput saya les bahasa inggris di kotabaru, dan kami berdua pulang ke rumah kami di selatan Plengkung Gading dengan berjalan kaki. Perjalanan Kotabaru-Plengkung Gading yang kira-kira mencapai 5 km, lumayan juga buat anak SD seperti saya dulu. Dan akibat terlalu seringnya latihan-latihan berjalan kaki tersebut dijalankan dan dengan rute berbeda-beda, maka di saat saya beranjak dewasa, semakin membesarlah kaki saya tersebut.

Minggu, 04 September 2011

AC Milan Glories : A Legend That is Legendary

Totally Legendary!! Itulah judul pertunjukan menarik yang disuguhkan oleh AC Milan Glories di Gelora Bung Karno malam ini.


Well, eribodi know kalo tim favorit saya sepanjang masa adalah AC Milan. Dan pertandingan inilah yang memberikan saya harapan dan mampu membooster mood saya sepanjang gentayangan di Jakarta selama libur lebaran ini. Saya membeli tiket untuk pertandingan ini sudah sejak bulan lalu, dan saya memiliki harapan yang besar untuk pertandingan ini, secara yang main adalah idola-idola saya semasa abege.

Sore yang sangat cerah ini dimulai dengan perubahan rencana akibat salah satu partner menonton saya, mas Bondhan ternyata tidak bisa hadir, akibat masih terjebak macicha muchtar [macet.red] di jalur selatan pulau Jawa. Sehubungan hal itu, saya langsung mengsms adik saya, Ganesh untuk menggantikan kedudukan beliau, karena eman-eman kalo tiketnya ga kepake. Namun sayang sekali sms saya tidak dibalas-balas, dan telpun saya tidak diangkat olehnya. Untunglah saya kemudian menelpun mami saya di Jogja, yang kemudian berkat beliau lah adik saya yang ternyata baru tidur itu bisa terbangun, akibat diteror telpun dari mami saya. =D
Dan akhirnya si Ganesh setuju untuk segera menyusul ke TKP demi menonton AC Milan.

Rabu, 31 Agustus 2011

Empati vs Eksploitasi

Pertama-tama, mumpung baru suasana lebaran, maka saya ucapkan Selamat Idul Fitri bagi teman-teman tercinta. Mohon maaf bila ada postingan-postingan saya atau perbuatan saya sehari-hari tidak berkenan di hati teman-teman. Mohon maaf juga, sehubungan dengan sepinya Jakarta, maka bertambah berisik lah saya di blog ini. Semoga teman-teman tidak bosan dengan keberisikan dan kegamblehan saya ini. =D


Kemarin ketika saya sedang berjalan menyusuri kompleks perumahan kost saya, saya bertemu dengan seorang ibu pengemis. Usianya masih setengah baya, belum tua-tua amat, dan beliau masih bisa berjalan dengan tegak dan dengan anggota badan yang utuh. Ketika itu saya sedang menyeberang jalan, dan ibu pengemis itu pun mengejar dan mengikuti saya menyeberang dan dengan suara mengiba dan dengan suara seperti mau menangis berkata kepada saya, "Minta uangnya neng... Untuk makan, untuk beli beras... *diselingi suara seperti sesenggukan* Udah 3 hari saya ga makan.. blablablablabla....". 

Senin, 29 Agustus 2011

Aku Memang Bang Toyip

Bang toyib
Bang toyib
Kenapa tak pulang pulang
Anakmu anakmu
panggil panggil namamu


Pagi ini seperti biasa saya bangun jam 8 pagi, mandi dan bersiap-siap, kemudian berangkat ke klinik pada jam 9 tepat. Semuanya seperti biasa, namun begitu saya menuruni anak tangga kost saya, saya mulai menemukan hal yang berbeda. Sepi amat kost-kostan pagi ini, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Begitu juga ketika saya keluar dari pintu gerbang dan mulai berjalan menyusuri jalan kompleks, segalanya tampak lebih tenang, beda dengan hari senin biasanya. Ada apa ya gerangan?? Ya iya laaaahhhh,,ini kan tanggal merah Bu!! Sehari sebelum lebaran. Orang-orang mah udah pada keluar dari Jakarta, tapi yang ada saya masih berjalan menuju klinik untuk bekerja, seakan-akan hari ini bukan hari yang istimewa.


Ini adalah lebaran ke-3 [in a row] saya tidak pulang ke kampung halaman tercinta. Sebagai wong jowo tulen, lebaran sudah menjadi tradisi di masyarakat kami, apapun agama yang dianut oleh orang tersebut. Jadi kebahagiaan untuk dapat pulang kampung dan berkumpul bersama saudara-saudara di rumah seharusnya menjadi milik saya juga, BILA saya memang pulang kampung. NAMUN pada kenyataannya sudah 3 tahun ini saya tidak merayakan lebaran bersama keluarga karena pekerjaan saya, dan ini semua menjadikan saya resmi menjadi seorang BANG TOYIP.

Jumat, 26 Agustus 2011

Bukan Review [Melainkan Cacian] untuk Transformers 3



Berhubung postingan saya sebelumnya [Iridesence] agak nyangkut-nyangkut ma sontreknya film Transformers : Dark of The Moon, maka kali ini saya juga pengen nulis tentang film yang udah agak basi ini. 


Jadi begini ceritanya. Tadi malam kebetulan saya sedang jaga praktek malam ketika 2 orang abege labil paramedis kebanggaan klinik hewan tempat saya bekerja membincangkan tentang nonton film Transformer 3. Si ababil 1, yaitu Fajar yang telah menonton film tersebut memamerkan kepada kami betapa bagusnya efek 3D film tersebut. Karena terprovokasi emengan dari Fajar, si ababil 2 alias Eko spontan mengajak kami untuk nonton bareng Transformer. Setelah membrowsing di hape androitnya, si Fajar akhirnya menemukan bioskop yang masih memutar pilem tersebut, secara pilem itu udah lumayan basi, dan untung saja kebetulan saya dan Eko doyan yang basi-basi. Setelah menyepakati lokasi kami pun menilpon partner saya bekerja, yaitu drh. Tika untuk mengajaknya turut serta, dan kebetulan beliau setuju untuk bergabung.


Klinik kami tutup jam 8 malam, setelah berberes dan menumpang mandi di klinik, berangkatlah kami berempat menuju Pejaten Village menerjang kemacetan Mampang dan Warung Buncit demi Transformer 3D yang diputar jam 21.25. Kami sampai di TKP sekitar jam 21, dan untung saja masih dapat tempat duduk, yah sekali lagi secara filmnya udah basi jadi penontonnya ga terlalu banyak. Setelah mendapat tiket, saya dan mbak Tika menunggu di lobi XXI, sedangkan kedua paramedis ababil, Eko dan Fajar, berbelanja entah kemana.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Iridescence : Not a Linkin Park's Song

Iridescence (also known as goniochromism) is generally known as the property of certain surfaces which appear to change color as the angle of view or the angle of illumination changes. Iridescence is commonly seen in items such as soap bubbles, butterfly wings, and sea shells. -Erick Sumarman, 2011-


Iridescence.. 
Istilah yg keren, menurut saya, dari segi spelling, segi pengucapan, sampe dari segi makna dari kata-kata ini.. 


Iridescence of fish scales [link]

Kamis, 18 Agustus 2011

Untuk Seorang Teman [The Three Days Rule - Bones]

When we see the whole world seems upside down. It takes the brain three days to adapt. Three days for the world to turn right side up again. -DrTemperance "Bones" Brennan-

Dulu saya pernah memposting The Three Days Rule by Barney Stinson.  Nah, untuk kasus ini, tampaknya si Barney harap kukut dulu, karena Three Days Rule kali ini diutarakan oleh Dr. Temperance Brennan dari serial Bones.


Sebenarnya saya tidak begitu bersemangat membuat postingan ini. Satu-satunya alasan saya membuat postingan ini adalah hanya agar saya didengar oleh salah satu sahabat saya yang akhir-akhir ini sedang banyak mendapat masalah, dari masalah percintaan, pekerjaan, sampai masalah yang lebih pelik lainnya.