Laskar dagelan untuk Jogja Istimewa ~ "I'm just a leaf,not a flower"
Laskar dagelan untuk Jogja Istimewa | "I'm just a leaf,not a flower"

Jumat, 01 April 2011

Laskar dagelan untuk Jogja Istimewa

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia


Sepenggal lirik ini pasti udah dikenal familiar seantero Indonesia raya,,terutama di kawasan "negeri" istimewa yang bernama Ngayogyakarta Hadiningrat.




Rabu,30 Maret 2011


Pada sekitar pukul 19,rekan saya adhiyudho menelpon saya mengajak menonton Laskar Dagelan di TIM. Saya tertarik sih,tapiiiiii sebenarnya saya agak sedikit malas. Mengapa?


1. Saya ga punya tiket,n saya juga tahu bahwa tiket udah sold out.
PS: saya belum memfolow bapak Butet dan bapak Marzuki di twitter,,jadi saya telat tau akan ada event ini. [watepiti myself]
2. Hari itu,Jakarta seharian hujan geje.. Langitnya anyang-anyangen,n udara dingin..jadi saya udah dalam posisi pewe bergelung meringkuk di kamar saya.



Tapi gandheng saya baru bete n butuh hiburan,juga si adhiyudho mengiming-imingi banyak makanan Jogja di TKP n ada big screen untuk menonton dari luar,maka saya menyetujui ajakan rekan saya tersebut,dengan syarat berangkatnya setelah hujan reda. DEAL!!


Sekitar pukul 20 kami berangkat,n si adhiyudho mengendarainya yak-yakan n perut saya lapar banget,berharap bisa makan hidangan kuliner kampung halaman di Taman Ismail Marzuki (TIM).
"Wah telat ik dhewe..",kata adhiyudho.
"Halah,,toh dewe jugak ura mlebu oq..podo wae..pokoke aku meh mangan nang kono..",jawab saya.


Diiringi hujan rintik-rintik,kami memarkir motor,n segera bergegas menuju lapangan terbuka di belakang teater kecil. Disana kami bertemu dengan rekan kami,Chandra beserta kawannya yang merupakan teman dari bakul angkringan yang mangkal di sentra kuliner jogja tersebut.
"Panganane ijik ra Chan??",tanya saya.
"Wah entek kabeh,angkringane wes entek.Kari ombe thok..",jawab Chandra.
OOhhh noooooo..langsung lemaslah saya..padahal saya laper banget.. [FYI: Saya ga kuat nahan lapar]


Selang beberapa menit,sambil menahan lapar,saya berdiri di dalam kerumunan orang yang akan menonton big screen. Gandheng lantainya basah karena hujan,maka saya memutuskan untuk berdiri.. Toh saya udah biasa berdiri berjam-jam di ruang operasi,pikir saya.


Show dimulai dengan kata pembukaan dari Pak Butet,n kemudian dibuka dengan lagu yang penggalan liriknya menjadi awal dari postingan ini,yaitu JOGJA ISTIMEWA.
Bapak Marzuki n Jahanam Rotra disertai penari-penarinya melantunkan theme song yang paling mengena di hati bagi warga Jogja [termasuk warga jogja yang dikutuk n terbuang seperti saya]..


Hal yang menarik dari opening ini,nyeeessssss...semua terfokus melihat ke big screen,mulai muncul energi dan emosi baru yang mengaliri setiap penonton yang ada di lapangan [apalagi yang berada di dalam theater],dan semua penonton pun menjadi terbawa dalam alunan lagu n suasana.


Ada 2 hal yang saya sesalkan yang berhubungan dengan jogja di tahun 2010,yaitu saya sangat menyesal karena saya tidak berada di tengah-tengah masyarakat Jogja pada saat bencana Merapi dan Sidang Rakyat di halaman Kepatihan dan Malioboro Desember lalu. Saya sangat menyesal karena saya tidak bisa ikut terlibat dalam emosi dan kebersamaan yang ada di Jogja pada saat itu,,dan pada Rabu malam kemarin,Ki Jarot dkk telah berhasil menghibur saya,yah paling tidak saya merasakan emosi dan suasana yang hampir sama [dalam skala yang lebih kecil] di kota serigala,Jakarta ini.


Opening pun berlalu,lalu mulai lah tokoh-tokoh yang sangat saya rindukan untuk dilihat penampilannya pun bermunculan,,Joned, Wisben, dan Gareng Rakasiwi mulai melontarkan dagelan-dagelannya di depan latar belakang Kraton Jogja. kemudian muncul lah bintang yang sangat cantik jelita [idola di TVRI Jogja],yaitu Yu Beruk [aktris favorit si Joednothing].
Oiya Pak Hendro Plered,suami dari ibu dokter hewan di poskeswan Sanden [tempat saya dulu koass] pun ikut tampil.


Plesetan dan sindiran pun dimulai. Dari sindiran kepada acara tipi swasta yang suka merusak properti studio,bahkan sampai si anggota DPR,ahli TELEKtubbies n pornografi [eh],yang akhir-akhir ini menjadi idola para penumpang Lion Air pun tak luput menjadi korban sindiran. Gojek kere namun sangat intelek..OMG,,ternyata saya sangat merindukan suasana ini.. =D


Selanjutnya muncul lah [yang gosipnya] penyanyi  dangdut Purawisata [Taman hiburan Rakyat],So'imah yang dari segi kualitas seni tari dan suara tidak kalah dengan Rihanna. Sumpret,,saya sebelumnya berpandangan sebelah mata saja kepada beliau,,tapi setelah melihat penampilannya yang sangat fantastico..wow,,ertong-ertong bermodal skill pas-pasan [pas elek maksuteh] yang sering muncul di acara-acara 4l4y di tipi mah pada ke laut aje boookkk,malu kalee liat penampilan So'imah yang keren banget...Si So'imah ini yang benar-benar berkwalitas!!!FANTASTICO!!!


Kemudian tampil sebagai bintang tamu,sutradara hanung Brahmantyo,,yang metong gaye dibikin bulan-bulanan oleh tokoh idola saya Den Baguse Ngarso dan Marwoto kewer.. OMG,,betapa saya merindukan tokoh-tokoh idola saya ini.. Perut saya yang lapar pun dibikin semakin mules oleh dagelan mereka.. Den baguse ngarso yang berperan sebagai bakul akik dengan latar belakang ringin kurung benar-benar mengingatkan saya kepada suasana di pasar klitikan Alkid [sebelum dipindah ke Kuncen] tempat kakak saya dulu berjualan. Tempat dimana anjing-anjing kesayangan saya biasa bermain n bahkan menjadi teman akrab dari para tunawisma-tunawisma di ringin kurung. Aaahhh,,suasana nostalgia yang kental..


Yak,,untuk urusan musik dan tata tari,artis-artis jogja sangat-sangat tidak kalah..mereka tampil selayaknya penari profesional [mereka memang penari profesional]. yah walaupun dengan tata gerak modern,namun dari sikap tubuh mereka sangat tampak bahwa mereka adalah penari tradisional. Begitu juga dengan bintang utama wanita,So'imah,dengan gerak tubuh yang sangat profesional dan suara yang memukau,beliau menyinden dengan diiringi suara Rihanna dalam lagu Umbrella. Menurut saya,inilah penampilan yang terbaik dari beliau malam itu,,semua penonton berdecak kagum dan saat itiu juga langsung ngefans ma beliau [termasuk saya].


Overall,show pada malam itu bertema tentang isyu keistimewaan Jogja,yang katanya akan segera dibahas awal tahun ini,namun realisasinya pemerintah malah sibuk ma urusan ga penting penting banget semacam resufle kabinet dan koalisi watefak..


Yang paling bikin perut mules adalah pada saat Den Baguse Ngarso (Susilo Nugroho) yang berperan sebagai ahli strategi [hampir sama namanya dengan seseorang yang katanya ahli lulusan S2 bidang strategi di negara ini] ceritanya sedang rapat koordinasi untuk menduduki titik-titik penting di jakarta,yaitu Senayan,Istana negara,MABES [Mangga Besar.red --> pusatnya jablai dan penjual cialis di Jakarta],dan Taman Lawang [pusatnya waria sekong bookkk]. =D


Ironi-ironi dihadirkan di panggung dagelan itu. Yah hal tersebut secara implisit menyatakan ya memang begitulah kehidupan rakyat jogja. Mereka selalu penuh tawa,n mentertawakan keadaan atau kemalangan mereka,namun selalu pasang mata dan telinga terhadap perkembangan dunia. Selain itu dari sisi lain gojek kere tersebut,tersembunyi intelektual yang tinggi,khas rakyat Jogja yang memang selalu mengutamakan pendidikan. Tak heran bila Jogja diberi julukan Kota Pelajar.


Menyerang tanpa pasukan Menang tanpa merendahkan
Kesaktian tanpa ajian
Kekayaan tanpa kemewahan
Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi
Tradisi hidup di tengah modernisasi
Rakyate jajah deso milang kori
Nyebarake seni lan budi pekerti

Itulah Jogja,,menyebarkan propaganda-propaganda keistimewaan tanpa kekerasan,melainkan dengan jalan intelek menggunakan seni dan tawa bagi semua orang. Bukan dengan pentungan,batu,atau bom seperti kelompok masyarakat lain,,melainkan dengan bom tawa menyebarkan kegembiraan bagi sekitar mereka.
Tradisi yang sangat kental dagi warganya. Bahkan saya dan teman-temang yang sudah bertahun-tahun tinggal merantau pun masih sangat kental dengan nilai-nilai tradisional.
Lagu ini benar-benar menggambarkan kehidupan rakyat Jogja,,bahkan bagi para perantau seperti saya pun,lagu niy benar-benar bisa menggambarkannya.


Apakah perbedaan dari Japanese dan Javanese??Bedannya hanya huruf 'P' dan 'V' saja.Artinya,keduanya sangat kental dalam tradisi walaupun di tengah modernisasi


Di akhir show,lagu JOGJA ISTIMEWA pun kembali digaungkan,n secara spontan bibir saya pun bergerak dan kepala saya pun melakukan headbang seperti saat saya mendengarkan lagu Metallica,bernyanyi.. "Jogja! Jogja! Tetap Istimewa! Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya.. Jogja! Jogja! Tetap Istimewa! Jogja Istimewa untuk Indonesia.."


Saat saya dan adhiyudho berjalan ke parkiran,tanpa sengaja kami mendengar seorang mahasiswa IKJ berkata kepada rekannya,"Wah malam niy ga ada orang jawa',adanya ORANG JOGJA...".
Kami berdua pun tersenyum mendengar itu.
Yep,,Jogja memang Istimewa,Istimewa negrinya,istimewa orangnya.. Apapun yang terjadi,,tak ada seorang pun yang bisa menghilangkan hal itu dari kami.

4 comments:

Arga Sawung Kusuma mengatakan...

JOGJA !!! TOTAL INJENAN HALAMAN KU 1111 hho #BeritaMahaDasyat

tuanputriburukrupa mengatakan...

Tetap istimewa!!! #mahapenting

Dionisius RM Sinaga mengatakan...

Mantap..

Dionisius RM Sinaga mengatakan...

Mantap..